Lanjut ke konten

Karya Ilmiah Wisata

Februari 12, 2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan berkat dan anugerah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis dalam bentuk laporan atau kegiatan Live In di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya pada tanggal 14 s.d. 17 April 2011 yang telah lalu. Karya tulis dalam bentuk laporan ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu persyaratan untuk dapat mengikuti Ulangan  Akhir Semester II (UAS) tahun ajaran 2010-2011.

Harapan penulis, semoga laporan yang sederhana ini dapat memenuhi persyaratan sertan bermanfaat bagi penulis dalam menambah wawasan dan pengetahuan dan berguna pula bagi pembaca pada umumnya. Penulis secara terbuka menerima kritik dan saran dari para pembaca yang sifatnya membangun, demi kesempurnaan karya tulis ini.

Pada kesempatan ini, penulis tak lupa mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada :

1.      Drs. H. Widodo Utomo, M.M., selaku kepala SMA Negeri 53 Jakarta yang telah memberikan izin dan kesempatan kepada penulis untuk menambah pengetahuan dan wawassan melalui kegiatan Live In ini.

2.      Drs. Sri Hartoyo Budi S., M.Hum. selaku pembimbing dalam penulisan karya tulis ini yang dengan penuh kesabaran telah memberikan bimbingan dan arahan hingga terwujudnya karya tulis ini.

3.      Orang tua dan saudara-saudaraku yang telah memberikan bantuan dan dorongan baik moril maupun materil, sehingga segala hambatan dan kesukaran dapat teratasi.

4.      Penduduk Desa Wisata Penting Sari, terutama keluarga Bapak/Ibu Ari yang telah menyediakan tempat, fasilitas beserta pelayanannya yang begitu ramah kepada penulis selama kegiata Live In di Yogyakarta.

Semoga bantuan dan jasa yang telah diberikan kepada penulis dapat menjadi amal kebaikan yang akan mendapat imbalan dari TuhanYang Maha Esa.

Jakarta,          Mei 2011

Penulis,

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang

Hal yang melatarbelakangi penulis untuk mengikuti perjalanan wisata Yogyakarta dan Jawa Tengah yang telah berlangsung selama 4 hari adalah untuk melengkapi persyaratan di SMA 53 Jakarta.

B.      Tujuan Penulisan

Tujuan penulis membuat dan menyelesaikan laporan perjalanan ini adalah untuk mengikuti dan menikmati karya wisata yang terdapat di Yogyakarta dan Jawa Tengah, khususnya di candi borobudur. Dimana wisata yang penulis kunjungi penuh dengan pengalaman yang berkesan dan kaya akan nilai sejarah dan budaya bangsa.

C.      Waktu dan Tempat

Waktu              :  Kamis – Minggu 

Tempat            : Yogyakarta – Jateng

Tanggal           : 14-27 April 2011

D.     Metode Penulisan

Penulisan laporan perjalaan ini disusun dengan menggunakan metode :

1.      Hasil pengamatan langsung di lapangan tentang informasi-informasi wisata yang penulis kunjungi.

2.      Penulisan narasi yang menceritakan semua hal yang penulis amati dan dapatkan dari wisata tour di Yogygkarta dan Jawa Tengah baik berupa data-data pengalaman, kesan, serta hasil-hasil pengamatan penulis.

 

 

 

 

 

LAPORAN KUNJUNGAN / KEGIATAN

  CANDI BOROBUDUR

DI YOGYAKARTA

 

 

 

Diajukan

Dalam rangka memenuhi salah satu

Persyaratan untuk dapat mengikuti

Ulangan Akhir Semester

 

Oleh

Nama  : Dwi Susanto

Kelas    : XI IPA 3

NIS       : 14122

 

 

 

 

 

 

 

 

SEKOLAH MENEGAH ATAS NEGERI 53 JAKARTA

TAHUN AJARAN 2010 – 2011

 

 

 

 

 

 

 

 

KARYA TULIS BERUPA LAPORAN KEGIATAN / KUNJUNGAN INI

TELAH DISETUJUI OLEH

 

 

 

 

 

 

 


 

    

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KEPALA SMA N 53 JAKARTA,                                                                        GURU PEMBIMBING,

 

 

 

 

 

 

DRS. H. WIDODO UTOMO, M.M                                           DRS. SRI HARTOYO BUDI S, M.HUM.

NIP. 195208031978031003                                                    NIP. 195609111984031003

 

 

 

 

 

 

 DAFTAR ISI

HALAMAN

LEMBAR JUDUL ………………………………………………………………………………………………………………  i

LEMBAR PENGESAHAN……………………………………………………………………………………………………  ii

KATA PENGANTAR ………………………………………………………………………………………………………….  iii

 

BAB I. PENDAHULUAN ……………………………………………………………………………………………………   1

1.1 Latar Belakang …………………………………………………………………………………………………………   1

1.2 Tujuan Penulisan ……………………………………………………………………………………………………..   1

1.3 Waktu dan Tempat ………………………………………………………………………………………………….   1

1.4 Metode Penulisan ……………………………………………………………………………………………………   1

BAB II. PEMBAHASAN  ………………………………………………………………………………………………….    2

2.1 Sejarah singkat candi Borobudur  …………………………………………………………………………..    2

2.2 Uraian bangunan candi Borobudur  …………………………………………………………………………   2

2.3 Nama Borobudur  ……………………………………………………………………………………………………    3

2.4 Fungsi candi Borobudur  ………………………………………………………………………………………….   3

BAB III. PENUTUP  ………………………………………………………………………………………………………..     4

3.1 Kesimpulan …………………………………………………………………………………………………………….     4         

3.2 Saran-saran ……………………………………………………………………………………………………………    4         

 

DAFTAR PUSTAKA  ………………………………………………………………………………………………………..    5

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

1.      Sejarah Singkat Candi Borobudur

Candi Borobudur (Karwa Wibhangga) menunjukan huruf sejenis dengan yang di dapatkan dari prasati di akhir abad ke 8 sampai awal abad ke 9 dari bukti–bukti tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa Candi Borobudur didirikan sekitar tahun 800 M.

Kesimpulan tersebut di atas itu ternyata sesuai benar dengan dengan kerangka sejarah Indonesia pada umumnya dan juga sejarah yang berada di daerah Jawa Tengah pada khususnya periode antara abad ke 8 dan pertengahan abad ke 9 terkenal dengan abad Emas Wangsa Syailendra kejayaan ini di tandai dibangunnya sejumlah besar candi yang di lereng–lereng gunung kebanyakan berdiri khas bangunan hindu sedangkan yang bertebaran di dataran– dataran adalah khas bangunan Budha tapi ada juga sebagian khas Hindu. Dengan demikian dapat di tarik kesimpulan bahwa Candi Borobudur dibangun oleh wangsa Syailendra yang terkenal dalam sejarah karena karena usaha untuk menjungjung tinggi dan mengagungkan agama Budha Mahayana.

 

2.      Uraian Bangunan Candi Borobudur

 

Candi Borobudur di bangun mengunakan batu Adhesit sebanyak 55.000 m3 bangunan Candi Borobudur berbentuk limas yang berundak–undak dengan tangga naik pada ke 4 sisinya (utara, selatan, timur dan barat) pada Candi Borobudur tidak ada ruangan dimana orang tak bisa masuk melainkan bisa naik ke atas saja.

 

 

Lebar bangunan Candi Borobudur 123 m, panjang bangunan Candi Borobudur 123 m, pada sudut yang membelok 113 m, dan tinggi bangunan Candi Borobudur 30.5 m. Pada kaki yang asli di di tutup oleh batu Adhesit sebanyak 12.750 m3 sebagai selasar undaknya. Candi Borobudur merupakan tiruan dari kehidupan pada alam semesta

yang terbagi ke dalam tiga bagian besar di antaranya :

1.       Kamadhatu: Sama dengan alam bawah atau dunia hasrat dalam dunia ini manusia terikat pada hasrat bahkan di kuasai oleh hasrat kemauan dan hawa nafsu. Relief–relief ini terdapat pada bagian kaki candi asli yang menggambarkan adegan–adegan Karmawibangga ialah yang melukiskan hukum sebab akibat.

2.       Rupadhatu: Sama dengan alam semesta antara dunia rupa dalam hal manusia telah meninggalkan segala urusan keduniawian dan meninggalkan hasrat dan kemauan bagian ini terdapat pada lorong satu sampai lorong empat.

3.    Arupadhatu: Sama dengan alam atas atau dunia tanpa rupa yaitu tempat para dewa bagian ini terdapat pada teras bundar tingkat I, II,dan III beserta Stupa Induk.

 

 

3.      Nama Borobudur

 

Mengenai nama Borobudur sendiri banyak ahli purbakala yangmenafsirkannya, di antaranya Prof. Dr. Poerbotjoroko menerangkan bahwa kata Borobudur berasal dari dua kata Bhoro dan Budur. Bhoro berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti bihara atau asrama, sedangkan kata Budur merujuk pada kata yang berasal dari Bali Beduhur yang berarti di atas. Pendapat ini dikuatkan oleh Prof.Dr. WF. Stutterheim yang berpendapat bahwa Borobudur berarti Bihara di atas sebuah bukit. Prof. JG. De Casparis mendasarkan pada Prasasti Karang Tengah yang menyebutkan tahun pendirian bangunan ini, yaitu Tahun Sangkala: rasa sagarakstidhara, atau tahun Caka 746 (824 Masehi), atau pada masa Wangsa Syailendra yang mengagungkan Dewa Indra. Dalam prasasti didapatlah nama Bhumisambharabhudhara yang berarti tempat pemujaan para nenek moyang bagiarwah-arwah leluhurnya. Bagaimana pergeseran kata itu terjadi menjadi Borobudur? Hal ini terjadi karena faktor pengucapan masyarakat setempat.

 

4.      Fungsi Candi Borobudur

 

Borobudur dibina sebagai tempat pemujaan penganut agama Buddha karena ketika itu seluruh pulau mistik Jawa didiami penganut Buddha. Setiap tahun, sambutan Hari Waisak telah disambut di sini pada bulan Mei. Pembinaan semula kuil Borobudur menyebabkannya semakin terkenal di kalangan penganut Buddha dari seluruh dunia. Hari Waisak adalah untuk memperingati hari kelahiran, nafas penghabisan dan masa apabila Boddhisatva menjadi Buddha. Tetapi Borobudur tidak ada tempat pemujaan sebagaimana kuil Buddha di India atau di China.

Pengaruh Buddha dan Hindu merosot dengan ketibaan agama baru yaitu agama Islam. Sehingga kini hanya terdapat 2 juta penganut Hindu Buddha di Indonesia dengan tumpuan di pulau Bali. Selepas Islam, pengaruh Kristen turut berkembang luas di Indonesia selama 350 tahun dengan jumlah penganut seramai 5 juta orang. Kemerosotan Borobudur semakin terpuruk apabila ia ditimbus oleh abu lava gunung berapi. Terdapat dua buah gunung berapa yang masih aktif yaitu GunungSundoro-Sumbing dan Gunung Merbabu-Merapi di Sungai Progo. Kawasan initer pilih sebagai tempat pembinaan kuil kerana penduduknya ramai dan pertanian padi sawah dapat dijalankan kerana tanih lava gunung berapi sangat subur.

Selain kuil Borobudur ada 2 lagi kuil di kawasan berdekatan yaitu kuil Pawon dan kuil Mendut. Menurut lisan tempatan, ada jalan selari dari kuil Borobudur ke kuil Mendut. Setiap Mei atau Juni, penganut Buddha mengerjakan perjalanan dari kuil Mendut, ke kuil Pawon dan tamat di kuil Borobudur.

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

1.      Kesimpulan

Saat ini, Borobudur telah menjadi obyek wisata yang menarik banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Selain itu, Candi Borobudur telah menjadi tempat suci bagi penganut Buddha di Indonesia dan menjadi pusat perayaan tahunan paling penting penganut Buddha yaitu Waisak. Banyak wisatawan baik mancanegara ataupun lokal yang penasaran dengan keajaiban candu Borobudur. Candi Borobudur kaya akan pemandangan dan kebudayaan yang harus dilestarikan. Dimana perjalanan wisata yang telah saya lakukan membawa hasil atau manfaat yang sangat besar dan berharga bagi kehidupan saya. Walaupun dalam perjalanan tersebut terdapat beberapa kekurangan, tetapi hal itu dapat ditutupi oleh rasa kebersamaan dan kenangan indah yang telah saya lalui bersama teman-teman dan guru.

 

2.      Saran-saran

 

a.      Perlu dijaga keutuhan, kelestarian dan keindahan candi Borobudur sebagai obyek wisata yang kaya akan cerita dan nilai sejarah.

b.      Perlu perawatan yang lebih dan kebersihan candi Borobudur pasca erupsi merapi karena banyak batu candi yang terkena abu vulkanik.

c.       Keamanan, kenyamanan, dan keramahan pelaku obyek wisata candi Borobudur agar lebih ditingkatkan demi kenyamanan pengunjung yang datang ke candi Borobudur.

 

Dengan ini saya akhiri laporan perjalanan wisata tour Yogyakarta dan Jawa Tengah. Dan saya berharap laporan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca, karena saya telah berusaha dengan sebaik-baiknya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

www.google.co.id

 

: sejarah candi Borobudur http://id. Shvoong.com/humanities/history/1861469-sejarah-candi-borobudur/#ixzz1JIzeXNUY

Iklan

From → Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: