Skip to content

Percobaan Enzim Katalase

Tujuan Penelitian

Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim katalase

Dasar Teori

Fungsi enzim katalase adalah menguraikan Hidogen Peroksida (H2O2) menjadi air (H2O) dan oksigen (O2) yang tidak berbahaya. Bila tidak segera diuraikan, senyawa ini akan bersifat toksik dan dapat merusak sel.

Alat dan Bahan

  • Tabung reaksi + rak
  • Pipet tetes
  • Pembakar spiritus
  • mortar
  • Kaki tiga dan kaca
  • Lidi dan korek api
  • es batu
  • Ekstrak hati (enzim katalase)
  • Hidrogen Peroksida (H2O2)
  • HCl
  • NaOH

Cara Kerja

    1. Haluskan hati dengan mortar lalu tambahkan sedikit air
    2. Mengambil ekstrak hati dan tuangkan ke dalam tabung reaksi.
    3. Teteskan larutan H2O2 dan secepatnya tutuplah ujung tabung reaksi dengan menggunakan ibu jari, sambil mengocoknya dengan pelan.
    4. Amatilah dan catat apa yang terjadi.
    5. Siapkan sebuah lidi yang membara, lepaskan ibu jari dan secepatnya masukkan lidi yang membara ke dalam tabung reaksi.
    6. Amatilah dan catat apa yang terjadi.
    7. Lakukan langkah 1 – 6 masing-masing dengan:
    8. penambahan HCL
    9. penambahan NaOH
    10. memanaskan ekstrak hati lebih dulu sebelum ditambah H2O2
    11. menambahkan es batu lebih dulu sebelum ditambah H2O2
    12. Catat hasil pengamatanmu dalam bentuk tabel

Hasil Pengamatan


Misalnya hasil pengamatan kamu seperti ini


Berdasar tabel pengamatan di atas dapat ditarik beberapa konsep sebagai berikut:
Gelembung yang muncul adalah gelembung oksigen, berdasarkan reaksi

2H2O2 —–> 2H2O + O2 dengan bantuan enzim katalase

Gelembung oksigen ini banyak dihasilkan jika dalam percobaan menggunakan ekstrak hati, artinya sel-sel hati banyak mengandung enzim katalase karena hati bertanggungjawab utama terhadap proses detoksifikasi (menetralkan racun). Percobaan lain dengan membandingkan ekstrak bahan lain misalnya kentang, wortel, atau jantung juga menghasilkan gelembung berarti bahan-bahan tersebut juga mengandung enzim katalase. Tetapi kadar tertinggi tetap ekstrak hati.

Pada perlakuan lain dengan penambahan NaOH, HCl, dipanaskan, dan diberi es batu, ternyata jumlah gelembung sangat berkurang. Ini sesuai dengan sifat kerja enzim, bahwa enzim bekerja pada pH tertentu dan bekerja pada suhu tertentu.

Perlakuan normal (kontrol) menghasilkan banyak gelembung, berarti enzim katalase bekerja pada suhu normal dalam suasana netral.

Pertanyaan :
1. Mengapa dalam percobaan ini digunakan H2O2 sebagai substratnya ?
2. Gelembung-gelembung apakah yang timbul sebagai akibat reaksi enzim dengan  H2O2? Bagaimana mengujinya ?
3. a. Jika dalam sel terdapat H2O2, apa yang akan terjadi terhadap sel tersebut ?
b. Untuk menghindari akibat tersebut, bagaimana cara sel untuk menanganinya ?
c. Organel apakah yang berperan dalam hal tersebut ?
4. Mengapa langkah kerja no.8 perlu dilakukan ?
5. Dari hasil pengamatan tadi, apakah yang dapat anda simpulkan tentang kerja enzim ?

Jawab:
1. Karena H2O2 merupakan hidrogen peroksia yang berupa senyawa kimia organik yang    memiliki sifat oksidator kuat dan bersifat racun dalam tubuh. Sehingga dengan adanya enzim katalase, akan mempercepat reaksi penguraian H2O2 menjadi H2O dan O2.
2. Gelembung yang timbul merupakan hasil penguraian H2O2 menjadi H2O, dapat diuji dengan menambahkan substrat H2O2 ke dalam ekstrak hati ayam, akan timbul gelembung yang menandakan adanya H2O dan saat dimasukkan lidi yang membara akan terdapat nyala api yang menandakan ada oksigen.
3. a. Sel tersebut akan rusak, karena H2O2 merupakan larutan yang bersifat racun dalam tubuh
b. Dengan cara menggunakan enzim katalase untuk mengubah H2O2 menjadi H2O dan O2
c. Badan mikro, peroksisom
4. Sebagai tolak ukur untuk menentukan enzim katalase terhadap H2O2, pada tabung E hanya berisi ekstrak hati ayam dan F berisi H2O2, pada kedua tabung tidak terjadi reaksi
5. Kesimpulan :
Enzim katalase akan bereaksi jika ditambahkan dengan H2O2 sebagai substratnya. Enzim katalase tidak dapat bekerja atau bereaksi jika dalam kondisi pH yang terlalu asam atau yang terlalu basa


 Nama: Dwi Susanto

Kelas: XII IPA 1

Judul Percobaan:

Praktikum Enzim Katalase

Materi Singkat:

Enzim adalah senyawa yang dibentuk oleh sel tubuh organisme. dalam sel enzim ini diproduksi oleh organel badam mikro peroksisok. Kegunaan enzim katalase adalah menguraikan Hidogen Peroksida (H2O2), merupakan senyawa racun dalam tubuh yang terbentuk pada proses pencernaan makanan.
Hidrogen peroksida dengan rumus kimia bila H2O2 ditemukan oleh Louis Jacquea Thenard pada tahuna 1818. Senyawa ini merupakan bahan kimia organik yang memiliki sifat oksidator kuat dan bersifat racun dalam tubuh.
Senyawa peroksida harus segera di uraikan menjadi air (H2O) dan oksigen (O2) yang tidak berbahaya. Enzim katalase mempercepat reaksi penguraian peroksida (H2O2) menjadi air (H2O) dan oksigen (O2). Penguraian peroksida (H2O) ditandai dengan timbulnya gelembung
Bentuk reaksi kimianya adalah: 2 H2O2 –> 2 H2O + O2

Tujuan Percobaan:

Menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi aktifitas enzim khususnya katalase.

Alat dan Bahan:

  1. Hati ayam
  2. H2O2
  3. HCl
  4. Blender
  5. Pipet
  6. Gelas ukur
  7. Tabung reaksi dan rak
  8. Lidi
  9. Spirtus
  10. Korek api

Cara Kerja:

  1. Blender hati ayam sebanyak 2 buah dan tambahkan sedikit air lalu blender sampai menjadi ekstrak hati.
  2. Kemudian masukan ekstrak hati ke dalam gelas ukur.
  3. Masukan H2O2 sebanyak 15 tetes ke dalam tabung reaksi dengan menggunakan pipet tetes. Kemudian tambahkan ekstrak hati sebanyak 3 tetes, tutup tabung reaksi dan sedikit di goyangkan. Amatilah apa yang terjadi ?
  4. Bakar lidi sampai menjadi bara, kemudian masukkan ke dalam tabung reaksi. Amatilah apa yang terjadi ?
  5.  Masukan HCl sebanyak 15 tetes ke dalam tabung reaksi dengan menggunakan pipet tetes. Kemudian tambahkan ekstrak hati sebanyak 3 tetes, tutup tabung reaksi dan sedikit di goyangkan. Amatilah apa yang terjadi ?
  6. Bakar lidi sampai menjadi bara, kemudian masukkan ke dalam tabung reaksi. Amatilah apa yang terjadi ?
  7. Masukan HCl sebanyak 10 tetes dan H2O2 sebanyak 10 tetes ke dalam tabung reaksi dengan menggunakan pipet tetes. Kemudian tambahkan ekstrak hati sebanyak 6 tetes, tutup tabung reaksi dan sedikit di goyangkan. Amatilah apa yang terjadi ?
  8. Bakar lidi sampai menjadi bara, kemudian masukkan ke dalam tabung reaksi. Amatilah apa yang terjadi ?

Tabel Pengamatan:

 

Tabung

Campuran

Nyala Bara Api

Sebelum diberi bara api

Sesudah diberi bara api

I

Ekstrak hati+H2O2

Ada

II

Ekstrak hati+HCl

Tidak ada

III

Ekstrak hati+H2O2+HCl

Sedikit

Kesimpulan:

Dari praktikum diatas dapat disimpulkan bahwa kerja enzim katalase dipengaruhi oleh pH karena enzim katalase hanya bisa bekerja pada suasana yang tidak terlalu basa dan tidak terlalu asam, apabila bekerja pada suasana sangat asam enzim tidak dapat bekerja.

Karya Ilmiah Wisata

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan berkat dan anugerah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis dalam bentuk laporan atau kegiatan Live In di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya pada tanggal 14 s.d. 17 April 2011 yang telah lalu. Karya tulis dalam bentuk laporan ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu persyaratan untuk dapat mengikuti Ulangan  Akhir Semester II (UAS) tahun ajaran 2010-2011.

Harapan penulis, semoga laporan yang sederhana ini dapat memenuhi persyaratan sertan bermanfaat bagi penulis dalam menambah wawasan dan pengetahuan dan berguna pula bagi pembaca pada umumnya. Penulis secara terbuka menerima kritik dan saran dari para pembaca yang sifatnya membangun, demi kesempurnaan karya tulis ini.

Pada kesempatan ini, penulis tak lupa mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada :

1.      Drs. H. Widodo Utomo, M.M., selaku kepala SMA Negeri 53 Jakarta yang telah memberikan izin dan kesempatan kepada penulis untuk menambah pengetahuan dan wawassan melalui kegiatan Live In ini.

2.      Drs. Sri Hartoyo Budi S., M.Hum. selaku pembimbing dalam penulisan karya tulis ini yang dengan penuh kesabaran telah memberikan bimbingan dan arahan hingga terwujudnya karya tulis ini.

3.      Orang tua dan saudara-saudaraku yang telah memberikan bantuan dan dorongan baik moril maupun materil, sehingga segala hambatan dan kesukaran dapat teratasi.

4.      Penduduk Desa Wisata Penting Sari, terutama keluarga Bapak/Ibu Ari yang telah menyediakan tempat, fasilitas beserta pelayanannya yang begitu ramah kepada penulis selama kegiata Live In di Yogyakarta.

Semoga bantuan dan jasa yang telah diberikan kepada penulis dapat menjadi amal kebaikan yang akan mendapat imbalan dari TuhanYang Maha Esa.

Jakarta,          Mei 2011

Penulis,

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang

Hal yang melatarbelakangi penulis untuk mengikuti perjalanan wisata Yogyakarta dan Jawa Tengah yang telah berlangsung selama 4 hari adalah untuk melengkapi persyaratan di SMA 53 Jakarta.

B.      Tujuan Penulisan

Tujuan penulis membuat dan menyelesaikan laporan perjalanan ini adalah untuk mengikuti dan menikmati karya wisata yang terdapat di Yogyakarta dan Jawa Tengah, khususnya di candi borobudur. Dimana wisata yang penulis kunjungi penuh dengan pengalaman yang berkesan dan kaya akan nilai sejarah dan budaya bangsa.

C.      Waktu dan Tempat

Waktu              :  Kamis – Minggu 

Tempat            : Yogyakarta – Jateng

Tanggal           : 14-27 April 2011

D.     Metode Penulisan

Penulisan laporan perjalaan ini disusun dengan menggunakan metode :

1.      Hasil pengamatan langsung di lapangan tentang informasi-informasi wisata yang penulis kunjungi.

2.      Penulisan narasi yang menceritakan semua hal yang penulis amati dan dapatkan dari wisata tour di Yogygkarta dan Jawa Tengah baik berupa data-data pengalaman, kesan, serta hasil-hasil pengamatan penulis.

 

 

 

 

 

LAPORAN KUNJUNGAN / KEGIATAN

  CANDI BOROBUDUR

DI YOGYAKARTA

 

 

 

Diajukan

Dalam rangka memenuhi salah satu

Persyaratan untuk dapat mengikuti

Ulangan Akhir Semester

 

Oleh

Nama  : Dwi Susanto

Kelas    : XI IPA 3

NIS       : 14122

 

 

 

 

 

 

 

 

SEKOLAH MENEGAH ATAS NEGERI 53 JAKARTA

TAHUN AJARAN 2010 – 2011

 

 

 

 

 

 

 

 

KARYA TULIS BERUPA LAPORAN KEGIATAN / KUNJUNGAN INI

TELAH DISETUJUI OLEH

 

 

 

 

 

 

 


 

    

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KEPALA SMA N 53 JAKARTA,                                                                        GURU PEMBIMBING,

 

 

 

 

 

 

DRS. H. WIDODO UTOMO, M.M                                           DRS. SRI HARTOYO BUDI S, M.HUM.

NIP. 195208031978031003                                                    NIP. 195609111984031003

 

 

 

 

 

 

 DAFTAR ISI

HALAMAN

LEMBAR JUDUL ………………………………………………………………………………………………………………  i

LEMBAR PENGESAHAN……………………………………………………………………………………………………  ii

KATA PENGANTAR ………………………………………………………………………………………………………….  iii

 

BAB I. PENDAHULUAN ……………………………………………………………………………………………………   1

1.1 Latar Belakang …………………………………………………………………………………………………………   1

1.2 Tujuan Penulisan ……………………………………………………………………………………………………..   1

1.3 Waktu dan Tempat ………………………………………………………………………………………………….   1

1.4 Metode Penulisan ……………………………………………………………………………………………………   1

BAB II. PEMBAHASAN  ………………………………………………………………………………………………….    2

2.1 Sejarah singkat candi Borobudur  …………………………………………………………………………..    2

2.2 Uraian bangunan candi Borobudur  …………………………………………………………………………   2

2.3 Nama Borobudur  ……………………………………………………………………………………………………    3

2.4 Fungsi candi Borobudur  ………………………………………………………………………………………….   3

BAB III. PENUTUP  ………………………………………………………………………………………………………..     4

3.1 Kesimpulan …………………………………………………………………………………………………………….     4         

3.2 Saran-saran ……………………………………………………………………………………………………………    4         

 

DAFTAR PUSTAKA  ………………………………………………………………………………………………………..    5

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

1.      Sejarah Singkat Candi Borobudur

Candi Borobudur (Karwa Wibhangga) menunjukan huruf sejenis dengan yang di dapatkan dari prasati di akhir abad ke 8 sampai awal abad ke 9 dari bukti–bukti tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa Candi Borobudur didirikan sekitar tahun 800 M.

Kesimpulan tersebut di atas itu ternyata sesuai benar dengan dengan kerangka sejarah Indonesia pada umumnya dan juga sejarah yang berada di daerah Jawa Tengah pada khususnya periode antara abad ke 8 dan pertengahan abad ke 9 terkenal dengan abad Emas Wangsa Syailendra kejayaan ini di tandai dibangunnya sejumlah besar candi yang di lereng–lereng gunung kebanyakan berdiri khas bangunan hindu sedangkan yang bertebaran di dataran– dataran adalah khas bangunan Budha tapi ada juga sebagian khas Hindu. Dengan demikian dapat di tarik kesimpulan bahwa Candi Borobudur dibangun oleh wangsa Syailendra yang terkenal dalam sejarah karena karena usaha untuk menjungjung tinggi dan mengagungkan agama Budha Mahayana.

 

2.      Uraian Bangunan Candi Borobudur

 

Candi Borobudur di bangun mengunakan batu Adhesit sebanyak 55.000 m3 bangunan Candi Borobudur berbentuk limas yang berundak–undak dengan tangga naik pada ke 4 sisinya (utara, selatan, timur dan barat) pada Candi Borobudur tidak ada ruangan dimana orang tak bisa masuk melainkan bisa naik ke atas saja.

 

 

Lebar bangunan Candi Borobudur 123 m, panjang bangunan Candi Borobudur 123 m, pada sudut yang membelok 113 m, dan tinggi bangunan Candi Borobudur 30.5 m. Pada kaki yang asli di di tutup oleh batu Adhesit sebanyak 12.750 m3 sebagai selasar undaknya. Candi Borobudur merupakan tiruan dari kehidupan pada alam semesta

yang terbagi ke dalam tiga bagian besar di antaranya :

1.       Kamadhatu: Sama dengan alam bawah atau dunia hasrat dalam dunia ini manusia terikat pada hasrat bahkan di kuasai oleh hasrat kemauan dan hawa nafsu. Relief–relief ini terdapat pada bagian kaki candi asli yang menggambarkan adegan–adegan Karmawibangga ialah yang melukiskan hukum sebab akibat.

2.       Rupadhatu: Sama dengan alam semesta antara dunia rupa dalam hal manusia telah meninggalkan segala urusan keduniawian dan meninggalkan hasrat dan kemauan bagian ini terdapat pada lorong satu sampai lorong empat.

3.    Arupadhatu: Sama dengan alam atas atau dunia tanpa rupa yaitu tempat para dewa bagian ini terdapat pada teras bundar tingkat I, II,dan III beserta Stupa Induk.

 

 

3.      Nama Borobudur

 

Mengenai nama Borobudur sendiri banyak ahli purbakala yangmenafsirkannya, di antaranya Prof. Dr. Poerbotjoroko menerangkan bahwa kata Borobudur berasal dari dua kata Bhoro dan Budur. Bhoro berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti bihara atau asrama, sedangkan kata Budur merujuk pada kata yang berasal dari Bali Beduhur yang berarti di atas. Pendapat ini dikuatkan oleh Prof.Dr. WF. Stutterheim yang berpendapat bahwa Borobudur berarti Bihara di atas sebuah bukit. Prof. JG. De Casparis mendasarkan pada Prasasti Karang Tengah yang menyebutkan tahun pendirian bangunan ini, yaitu Tahun Sangkala: rasa sagarakstidhara, atau tahun Caka 746 (824 Masehi), atau pada masa Wangsa Syailendra yang mengagungkan Dewa Indra. Dalam prasasti didapatlah nama Bhumisambharabhudhara yang berarti tempat pemujaan para nenek moyang bagiarwah-arwah leluhurnya. Bagaimana pergeseran kata itu terjadi menjadi Borobudur? Hal ini terjadi karena faktor pengucapan masyarakat setempat.

 

4.      Fungsi Candi Borobudur

 

Borobudur dibina sebagai tempat pemujaan penganut agama Buddha karena ketika itu seluruh pulau mistik Jawa didiami penganut Buddha. Setiap tahun, sambutan Hari Waisak telah disambut di sini pada bulan Mei. Pembinaan semula kuil Borobudur menyebabkannya semakin terkenal di kalangan penganut Buddha dari seluruh dunia. Hari Waisak adalah untuk memperingati hari kelahiran, nafas penghabisan dan masa apabila Boddhisatva menjadi Buddha. Tetapi Borobudur tidak ada tempat pemujaan sebagaimana kuil Buddha di India atau di China.

Pengaruh Buddha dan Hindu merosot dengan ketibaan agama baru yaitu agama Islam. Sehingga kini hanya terdapat 2 juta penganut Hindu Buddha di Indonesia dengan tumpuan di pulau Bali. Selepas Islam, pengaruh Kristen turut berkembang luas di Indonesia selama 350 tahun dengan jumlah penganut seramai 5 juta orang. Kemerosotan Borobudur semakin terpuruk apabila ia ditimbus oleh abu lava gunung berapi. Terdapat dua buah gunung berapa yang masih aktif yaitu GunungSundoro-Sumbing dan Gunung Merbabu-Merapi di Sungai Progo. Kawasan initer pilih sebagai tempat pembinaan kuil kerana penduduknya ramai dan pertanian padi sawah dapat dijalankan kerana tanih lava gunung berapi sangat subur.

Selain kuil Borobudur ada 2 lagi kuil di kawasan berdekatan yaitu kuil Pawon dan kuil Mendut. Menurut lisan tempatan, ada jalan selari dari kuil Borobudur ke kuil Mendut. Setiap Mei atau Juni, penganut Buddha mengerjakan perjalanan dari kuil Mendut, ke kuil Pawon dan tamat di kuil Borobudur.

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

1.      Kesimpulan

Saat ini, Borobudur telah menjadi obyek wisata yang menarik banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Selain itu, Candi Borobudur telah menjadi tempat suci bagi penganut Buddha di Indonesia dan menjadi pusat perayaan tahunan paling penting penganut Buddha yaitu Waisak. Banyak wisatawan baik mancanegara ataupun lokal yang penasaran dengan keajaiban candu Borobudur. Candi Borobudur kaya akan pemandangan dan kebudayaan yang harus dilestarikan. Dimana perjalanan wisata yang telah saya lakukan membawa hasil atau manfaat yang sangat besar dan berharga bagi kehidupan saya. Walaupun dalam perjalanan tersebut terdapat beberapa kekurangan, tetapi hal itu dapat ditutupi oleh rasa kebersamaan dan kenangan indah yang telah saya lalui bersama teman-teman dan guru.

 

2.      Saran-saran

 

a.      Perlu dijaga keutuhan, kelestarian dan keindahan candi Borobudur sebagai obyek wisata yang kaya akan cerita dan nilai sejarah.

b.      Perlu perawatan yang lebih dan kebersihan candi Borobudur pasca erupsi merapi karena banyak batu candi yang terkena abu vulkanik.

c.       Keamanan, kenyamanan, dan keramahan pelaku obyek wisata candi Borobudur agar lebih ditingkatkan demi kenyamanan pengunjung yang datang ke candi Borobudur.

 

Dengan ini saya akhiri laporan perjalanan wisata tour Yogyakarta dan Jawa Tengah. Dan saya berharap laporan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca, karena saya telah berusaha dengan sebaik-baiknya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

www.google.co.id

 

: sejarah candi Borobudur http://id. Shvoong.com/humanities/history/1861469-sejarah-candi-borobudur/#ixzz1JIzeXNUY

Mengamati Struktur Sel Tumbuhan

  • Materi Singkat

Sel tumbuhan adalah bagian terkecil dari setiap organ tumbuhan. Sel tumbuhan adalah penggerak dari suatu tumbuhan itu sendiri. Sel tumbuhan cukup berbeda dengan sel organisme eukariotik lainnya.

1. Tujuan Kegiatan      : Mangamati sel tumbuhan

2. Alat                                     : – Silet

                                      - Mikroskop

                                      - Kaca objek

3. Bahan                      : – Daun tumbuhan

4. Cara Kerja :

  1. Potonglah daun sampai ke lapisan dalam dengan menggunakan silet.
  2. Letakkan selembar lapisan tipis epidermis pada kaca objek. Letakkan pada mikroskop.
  3. Amati jaringan daun di bawah mikroskop.

5. Hasil Pengamatan

            Gambar / dengan keterangan

Penampang melintang                                                             Penampang membujur

 

                                                                                                                                                                  

       

Pertanyaan :

  1. Dari hasil pengamatan, apa struktur yang ditemukan ?
  2. Apakah dijumpai dinding sel ?
  3. Apakah dijuumpai khlorofil, jelaskan fungsinya ?
  4. Apakah dijumpai stomata, jelaskan fungsinya ?
  5. Berdasarkan pengamatanmu, bandingkan sel tumbuhan dan sel hewan ?
  6. Kesimpulan ?

Jawaban :

  1. Dinding sel, sitoplasma, khlorofil, stomata.
  2. Ya, ditemukan.
  3. Ya, khlorofil adalah zat hijau daun yang sangat penting dalam proses fotosintesis tumbuhan.
  4. Ya, stoma berfungsi sebagai organ respirasi. Stoma mengambil CO2 dari udara untuk dijadikan bahan fotosintesis, mengeluarkan O2 sebagai hasil fotosintesis.
  5. Pada sel tumbuhan terdapat dinding sel, vakuola, dan plastida, sedangkan pada sel hewan bagian tersebut tidak ditemukan. Pada sel tumbuhan juga tidak ditemukan lisosom, dan tidak memiliki sentriol.
  6. Kesimpulan dari pengamatan ini adalah kita bisa mengamati dsn menemukan struktur-struktur pada sel tumbuhan. Yang ditemukan antara lain sitoplasma, khlorofil, stomata, dan dinding sel.

Soal Hasil Kali Kelarutan

 

1.       Diketahui Ksp Ag2CrO4 = 2.4 x 10-12. Jika 25 mL larutan AgNO3 10-3 M dicampur dengan 75 mL larutan Na2CrO4 10-3M, apakah terjadi endapan?

Pembahasan

Setelah dicampurkan

[AgNO3][Ag+] = (25 mL x 10-3 }: 100 mL= 2.5x 10-4 M

[N2CrO4] = (75 mL x 10-3M) : 100 mL = 7.5x 10-4 M

Qc Ag2CrO4 = [Ag+]2 [CrO42-] = (2.5x 10-4)2 (7.5x 10-4) = 46.8 x 10-12

Jadi Qc Ag2CrO4 > Ksp Ag2CrO4, sehingga terjadi endapan Ag2CrO4

 

2.       Jika Ksp AgI = 10-16, tentukan kelarutannya dalam

Air murni

            Pembahasan

Ksp AgI = s2

10-16 = s2

10-8 mol L-1 = s

Jadi kelarutan AgI dalam air adalah 10-8 mol L-1

 

3.       Jika Ksp AgI = 10-16, tentuka kelarutannya dalam Larutan MgI2 0.005 M

Pembahasan:

Kelarutan dalam MgI2 0.005 M dan [I-] = 0.01 M

Ksp AgI = [Ag+] [I-]

= s x (0.01 + s)

S diabaikan terhadap 0.01

10-16 = s x 0.01

s = 10-14 mol L-1

Jadi kelarutan AgI dalam larutan MgI2 0.005M adalah 10–14 mol L-1

4.       Kelarutan  MgC2O4 dalam air sebesar 0,0043 M. hitunglah Ksp MgC2O4..

a.       849 x 10-7

b.       988 x 10-3

c.       117 x 10-6

d.       1849 x 10-8

e.       1498 x 10-8

 

Pembahasan:

 

MgC2O4 → Mg2+ + C2O42-

Ksp = [Mg2+][C2O42-]

Ksp = s2

       = (43 x 10-4)2

 = 1849 x 10-8

Jawaban D

 

5.       Larutan jenuh Mg(OH)2 mempunyai pH 10,5. Tentukan ksp Mg(OH)2 ……

a.       4 x 102

b.       5 x 10-11,5

c.       5 x 1011

d.       6 x 106

e.       20 x 1011

 

Pembahasan:

pH = 10,5

pOH = 3,5

Mg(OH)2→ Mg2+ + 2OH-

               0,5×10-3,5    10-3,5

Ksp = [0,5x10-3,5][10-3,5]2

= [0,5x10-3,5][10-7]

= 5 x 10-11,5

Jawaban B

Soal pH

1.       Harga tetapan kesetimbanagan air (Kw) = Jika dalam suatu larutan konsentrasi ion , maka konsentrasi ion dalam larutantersebut adalah . . .

a.       1

b.       2-log 30

c.       5 x 10-10

d.       5 x 10-9

e.       11 x 1012

Pembahasan :

Jawaban: C

 

 

2.       Berapakah pH larutan

 

a.       1

b.       11

c.       12

d.       20

e.       10

Pembahasan :

jadi

Jawaban: A

 

3.       Berapakah pH larutan

 

a.       3 +log 2

b.       2 + log 3

c.       3 – log 2

d.       2 – log 3

e.       6 – log 2

Pembahasan :

Jawaban: C

 

4.       Suatu larutan buffer terbentuk dari campuran antara 100 ml larutan NH3 0,1 M dan 100 ml larutan NH­­4NO3 0,1 M. Berapa pH-nya

  1. 5
  2. 6
  3. 7
  4. 8
  5. 9

Pembahasan:

nNH3 = 10 mmol

n NH­­4NO3 = 10 mmol

[OH-] = Kb . b/g

= 10-5 . 10/10

= 10-5

pOH = ­-log 10-5

= 5 pH = 9

JAWABAN : E

5.       Ke dalam larutan NH ditambahkan larutan (NH4)2SO4 sehingga konsentrasi NH3 0,2 M dan (NH4)2SO4 0,1 M. (kb= 10-5) Berapa pH campuran

    1. 5 – log 2
    2. 5
    3. 7
    4. 9
    5. 9 + log 2

 Pembahasan:

 [OH-] = Kb . b/2g

= 10-5 . 0,2/2.(0,1)

= 10‑5

pOH  = – log 10-5

= 5

pH = 14 – 5 = 9. JAWABAN : D

Pengamatan Plasmalosis Sel

Materi singkat:

Plasmolisis adalah peristiwa mengkerutnya sitoplasma dan lepasnyamembran plasma dari dinding sel tumbuhan jika sel dimasukkan ke dalamlarutan hipertonik (larutan gula atau garam lebih dari 1%).Plasmolisis merupakan proses yang secara nyata menunjukkan bahwa pada sel, sebagai unit terkecil kehidupan, terjadi sirkulasi keluar-masuk suatu zat. Adanya sirkulasi ini menjelaskan bahwa sel dinamis dengan lingkungannya. Jika memerlukan materi dari luar maka sel harus mengambil materi itu dengan segala cara, misalnya dengan mengatur tekanan agar terjadi perbedaan tekanan sehingga materi dari luar bisa masuk. Plasmolisis merupakan dampak dari peristiwa osmosis. Jika sel tumbuhan diletakkan pada larutan hipertonik, sel tumbuhan akan kehilangan air dan tekanan turgor, yang menyebabkan sel tumbuhan lemah. Tumbuhan dengan kondisi sel seperti ini disebut layu. Kehilangan air lebih banyak lagimenyebabkan terjadinya plasmolisis : tekanan terus berkurang sampai di suatu titik di mana sitoplasma mengerut dan menjauhi dinding sel. Sehingga dapat terjadi cytorrhysis – runtuhnya dinding sel.

 

Tujuan Percobaan :

Mengetahui pergerakan molekul air dari hipotonis (sitoplasma) menuju larutan hipertonis (larutan gula pekat) pada sel tumbuhan.

 

Alat dan Bahan :

  1. Mikroskop
  2. Kaca Objek
  3. Kaca penutup
  4. Silet
  5. Daun Rheodiscolor
  6. Larutan gula 80%

 

Cara Kerja :

  1. Sayatlah daun Rhediscolor setipis mungkin secara melintang dengan menggunakan silet.
  2. Letakkan di tengah kaca objek kemudian tutuplah secara hati-hati dengan kaca penutup.
  3. Amatilah dengan pembesaran lemah. Bila sudah jelas teramati maka lakukan pengamatan pada bagian sitolasma.
  4. Kemudian teteskan 1 tetes larutan gula dengan menggunakan pipet.
  5. Amatilah apa yang terjadi pada sitoplasma di dalam sel.

Hasil Pengamatan :

 

Sel sebelum plasmolisis

 

 

 

 

 

Sel sesudah mengalami plasmolisis

 

 

 

 

 

 

Kesimpulan:

Kesimpulan dari pengamatan ini adalah kita dapat mengamati plasmolisis pada sitoplasma sel. Plasmolisis dapat terjadi apabila sel tumbuhan diletakkan di lingkungan hipertonik (larutan gula) sehingga air akan keluar dari dalam vakuola karena tekanan osmosis, membuat sitoplasmanya mengerut dan membran plasma lepas dari dinding sel. Kondisi ini bisa dikembalikan ke semula dengan memberikan air yang berperan sebagai larutan hipotonik.

Pencerah III

Jangan menangisi apa yang telah berlalu. Jangan teteskan air mata tanpa guna. Sesungguhnya engkau tidak akan dapat mengembalikan sesuatu yang telah terjadi dan berlalu darimu. (Dr. ‘Aidh al-Qarni)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.